Di zaman yang serba digital, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus pintar beradaptasi agar tetap bertahan dan berkembang. Perubahan pola konsumsi masyarakat serta kemajuan teknologi menuntut UMKM untuk berinovasi dalam pemasaran, layanan, dan sistem operasional bisnis mereka.
UMKM yang tidak mengikuti perkembangan zaman akan sulit bersaing dengan kompetitor yang sudah menerapkan teknologi. Dengan digitalisasi, UMKM dapat:
Identitas brand sangat penting untuk membedakan bisnis Anda dari kompetitor. Pastikan Anda memiliki logo, warna, dan pesan bisnis yang jelas agar mudah dikenali oleh pelanggan.
Platform seperti Instagram, TikTok, dan Shopee sangat efektif untuk menjangkau pelanggan baru. Misalnya, usaha Ice Cream dapat menggunakan TikTok untuk membuat konten menarik tentang proses pembuatan es krim mereka.
Manajemen keuangan yang baik sangat penting dalam bisnis. Dengan aplikasi kasir, UMKM dapat mencatat transaksi dengan lebih cepat dan akurat. Misalnya, Coffee Shop bisa lebih mudah mengatur pesanan pelanggan tanpa takut kehilangan data transaksi.
UMKM seperti laundry dapat menggunakan sistem aplikasi untuk memberikan notifikasi otomatis kepada pelanggan saat pakaian mereka sudah selesai dicuci.
Promo menarik dapat meningkatkan penjualan dan mempertahankan pelanggan. Misalnya, usaha fashion bisa menawarkan diskon bagi pelanggan yang membeli melalui aplikasi tertentu.
Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi UMKM agar tetap bertahan dan berkembang. Dengan strategi yang tepat, seperti menggunakan aplikasi kasir untuk efisiensi bisnis, UMKM dapat bersaing di era modern.