BerandaBusinessPerbedaan QRIS Statis dan Dinamis: Panduan Penting untuk Pelaku Usaha
Perbedaan QRIS Statis dan Dinamis: Panduan Penting untuk Pelaku UsahaBy: Elavigne - 25 Sep 2026
QRIS Statis dan Dinamis

Perbedaan QRIS Statis dan Dinamis: Panduan Penting untuk Pelaku Usaha

QRIS kini menjadi salah satu metode pembayaran digital yang paling banyak digunakan di Indonesia. Hampir semua jenis usaha, mulai dari warung kecil hingga bisnis menengah, sudah menyediakan pembayaran QRIS untuk memudahkan pelanggan. Namun, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami bahwa QRIS memiliki dua jenis utama, yaitu QRIS statis dan QRIS dinamis.

Memahami perbedaan QRIS statis dan dinamis sangat penting agar pelaku bisnis bisa memilih sistem pembayaran yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional. Kesalahan memilih jenis QRIS bisa berdampak pada pencatatan transaksi, keamanan pembayaran, hingga efisiensi bisnis secara keseluruhan.

Apa Itu QRIS?

QRIS merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, yaitu standar kode QR nasional yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Tujuan utama QRIS adalah menyatukan berbagai metode pembayaran digital agar dapat digunakan cukup dengan satu kode QR.

Dengan QRIS, pelanggan bisa membayar menggunakan berbagai aplikasi perbankan maupun dompet digital tanpa perlu memiliki banyak kode pembayaran yang berbeda. Dari sisi pelaku usaha, QRIS membantu mempercepat transaksi dan mengurangi ketergantungan pada pembayaran tunai.

Jenis-Jenis QRIS yang Perlu Diketahui

Secara umum, QRIS terbagi menjadi dua jenis, yaitu QRIS statis dan QRIS dinamis. Keduanya memiliki fungsi yang sama, tetapi cara kerja dan manfaatnya berbeda.

QRIS Statis

QRIS statis adalah kode QR yang bersifat tetap dan tidak berubah. Biasanya QRIS ini dicetak dalam bentuk stiker, pamflet, atau standing display, lalu ditempatkan di area kasir atau meja pembayaran.

Dalam penggunaannya, pelanggan perlu memindai kode QR tersebut dan memasukkan nominal pembayaran secara manual sesuai dengan total belanja. Karena sifatnya permanen, QRIS statis sangat praktis untuk usaha dengan lokasi tetap.

  • Kode QR sama untuk semua transaksi
  • Nominal pembayaran diinput oleh pelanggan
  • Cocok untuk toko, warung, kafe, dan restoran

QRIS Dinamis

Berbeda dengan QRIS statis, QRIS dinamis dibuat secara otomatis setiap kali transaksi terjadi. Kode QR yang muncul sudah memuat informasi transaksi, termasuk nominal pembayaran, sehingga pelanggan tidak perlu memasukkan jumlah secara manual.

Setiap transaksi akan menghasilkan kode QR yang berbeda dan hanya bisa digunakan satu kali. Setelah pembayaran berhasil, kode QR tersebut tidak dapat digunakan kembali.

  • Kode QR unik untuk setiap transaksi
  • Nominal pembayaran muncul otomatis
  • Umumnya digunakan pada sistem kasir digital dan transaksi online

Perbedaan QRIS Statis dan Dinamis untuk Pelaku Usaha

Meski terlihat serupa di sisi pelanggan, perbedaan QRIS statis dan dinamis sangat terasa bagi pelaku bisnis, terutama dalam hal keamanan dan pencatatan transaksi.

1. Karakteristik Kode QR

QRIS statis menggunakan satu kode QR yang sama untuk semua transaksi. Sementara itu, QRIS dinamis menghasilkan kode QR berbeda setiap kali transaksi dilakukan, bahkan oleh pelanggan yang sama.

2. Keamanan Pembayaran

Dari sisi keamanan, QRIS dinamis cenderung lebih unggul karena setiap transaksi memiliki kode unik. Hal ini membantu mengurangi risiko kesalahan nominal dan potensi kecurangan.

QRIS statis tetap aman digunakan, tetapi membutuhkan ketelitian lebih karena pelanggan harus memasukkan nominal secara manual.

3. Pencatatan dan Pelacakan Transaksi

QRIS dinamis memudahkan pelaku usaha dalam melacak transaksi karena setiap pembayaran tercatat secara otomatis dan terpisah. Ini sangat membantu untuk laporan keuangan dan rekonsiliasi penjualan.

Pada QRIS statis, pencatatan transaksi cenderung lebih manual dan kurang detail jika tidak didukung sistem kasir digital.

4. Jenis Transaksi yang Paling Cocok

  • QRIS statis: transaksi langsung di lokasi usaha
  • QRIS dinamis: transaksi online, e-commerce, dan kasir digital

Kesimpulan

Memahami perbedaan QRIS statis dan dinamis membantu pelaku usaha menentukan metode pembayaran yang paling efektif. QRIS statis cocok untuk usaha kecil dengan transaksi sederhana, sementara QRIS dinamis lebih ideal untuk bisnis yang membutuhkan pencatatan transaksi rapi dan otomatis.

Jika kamu ingin memanfaatkan QRIS dinamis sekaligus mendapatkan pencatatan transaksi dan laporan keuangan yang lebih praktis, menggunakan aplikasi kasir digital adalah langkah yang tepat. Dengan sistem kasir yang terintegrasi, setiap pembayaran bisa langsung tercatat tanpa ribet.

Salah satu solusi yang bisa kamu pertimbangkan adalah menggunakan aplikasi kasir KARTS. Melalui KARTS, proses pembayaran QRIS, pencatatan transaksi, hingga laporan penjualan dapat dilakukan secara otomatis dan efisien. Kamu bisa mulai mengenal fitur lengkapnya dengan mengunjungi https://pos.karts.id/ dan rasakan kemudahan mengelola bisnis dal_

TAGS
Buat website toko online Anda sekarangWhatsapp Kami
Syarat dan Ketentuan
Kebijakan Privasi
© Copyright 2023. Karts.id. All Right Reserved.