Sales yang bekerja di lapangan punya rutinitas yang cukup padat. Pagi mulai dari kantor atau langsung menuju area kunjungan, bertemu customer, mencari prospek baru, mencatat hasil kunjungan, hingga memastikan pesanan customer masuk dengan benar.
Kelihatannya sederhana, tetapi semakin banyak customer dan anggota tim yang harus ditangani, semakin banyak pula data yang perlu dikelola.
Pertanyaannya, bagaimana perusahaan bisa mengetahui aktivitas sales tanpa harus terus-menerus bertanya melalui chat?
Di sinilah aplikasi salesman mulai berperan.
Aplikasi salesman bukan hanya alat untuk mengetahui posisi tim di peta. Jika digunakan dengan tepat, aplikasi ini dapat membantu perusahaan mengatur kunjungan, mencatat aktivitas sales, menemukan calon customer, sampai memantau pekerjaan tim lapangan dari satu sistem.
Salah satu platform yang dirancang untuk kebutuhan tersebut adalah GLOC.
Apa Itu Aplikasi Salesman?
Aplikasi salesman adalah software yang membantu perusahaan mengelola aktivitas tenaga penjualan, terutama sales yang banyak bekerja di luar kantor.
Berbeda dengan pekerjaan sales di dalam kantor, aktivitas sales lapangan biasanya melibatkan banyak lokasi dan customer. Dalam satu hari, seorang sales bisa saja mengunjungi beberapa outlet, bertemu pemilik toko, mencari prospek baru, melakukan follow-up, hingga menerima pesanan.
Kalau semua informasi tersebut masih dicatat secara manual, perusahaan akan memiliki banyak data yang tersebar.
Misalnya:
- Jadwal kunjungan berada di catatan pribadi sales.
- Lokasi customer tersimpan di chat.
- Hasil kunjungan dikirim melalui WhatsApp.
- Data calon customer baru dicatat di buku.
- Laporan aktivitas dibuat setelah sales kembali ke kantor.
Awalnya mungkin tidak terasa merepotkan. Namun ketika jumlah sales dan customer bertambah, cara tersebut bisa membuat proses monitoring menjadi lebih panjang.
Aplikasi salesman membantu mengumpulkan aktivitas tersebut ke dalam sistem yang lebih terstruktur.
Dengan begitu, perusahaan dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai siapa yang melakukan kunjungan, lokasi yang didatangi, aktivitas yang dilakukan, serta bagaimana rencana kunjungan berjalan.
Kenapa Tim Sales Lapangan Membutuhkan Aplikasi?
Sales lapangan tidak hanya bekerja dengan target penjualan. Ada banyak aktivitas lain yang terjadi sebelum sebuah transaksi benar-benar terjadi.
Contohnya, seorang sales mungkin harus mengunjungi outlet lama terlebih dahulu. Di perjalanan, ia menemukan toko baru yang berpotensi menjadi customer. Setelah itu, ia perlu mencatat data toko tersebut dan melakukan kunjungan.
Jika semua dilakukan secara manual, ada kemungkinan beberapa informasi terlupakan.
Dengan aplikasi salesman, aktivitas lapangan dapat dicatat lebih dekat dengan waktu terjadinya. Data yang terkumpul juga dapat membantu perusahaan melihat aktivitas tim secara lebih terstruktur.
1. Aktivitas Sales Lebih Mudah Dipantau
Perusahaan tidak harus selalu menunggu laporan di akhir hari untuk mengetahui kegiatan tim.
Melalui sistem monitoring, aktivitas sales dapat dilihat berdasarkan data yang tercatat selama bekerja di lapangan.
Hal ini terutama berguna ketika perusahaan memiliki sales yang tersebar di beberapa wilayah.
2. Jadwal Kunjungan Lebih Terorganisir
Sales biasanya memiliki daftar customer yang harus dikunjungi. Tanpa perencanaan yang jelas, rute perjalanan bisa menjadi kurang efisien.
Aplikasi salesman dapat membantu menyusun rencana kunjungan sehingga sales memiliki gambaran mengenai lokasi yang perlu didatangi.
3. Data Customer Tidak Hanya Tersimpan di Kepala Sales
Customer baru bisa ditemukan kapan saja.
Ketika sales menemukan toko atau bisnis yang berpotensi menjadi pelanggan, data tersebut dapat langsung dicatat. Dengan begitu, informasi prospek tidak hanya bergantung pada ingatan atau catatan pribadi sales.
4. Aktivitas Kunjungan Memiliki Riwayat
Kunjungan ke customer bukan hanya tentang "sudah datang atau belum".
Perusahaan juga membutuhkan informasi mengenai kapan kunjungan dilakukan dan di mana aktivitas tersebut berlangsung.
Pencatatan digital membuat riwayat kunjungan lebih mudah ditelusuri kembali ketika dibutuhkan.
5. Manajemen Mendapatkan Data untuk Monitoring
Daripada mengandalkan laporan yang dikirim satu per satu, manajemen dapat melihat data aktivitas melalui dashboard.
Ini membuat proses monitoring tim lapangan menjadi lebih terstruktur.
Mengenal GLOC, Aplikasi untuk Mengelola Tim Lapangan
GLOC merupakan platform yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola tim lapangan dan distribusi.
GLOC dapat digunakan untuk membantu memantau aktivitas tim, merencanakan kunjungan, mencari pelanggan baru, serta mengelola absensi tim lapangan dengan dukungan GPS.
Platform ini dapat membantu berbagai kebutuhan perusahaan yang memiliki tim sales dan marketing, termasuk bisnis distribusi, FMCG, dan retail.
Jadi, fokus GLOC bukan sekadar "melihat sales ada di mana".
Lebih dari itu, GLOC membantu menghubungkan berbagai aktivitas yang memang dilakukan oleh tim ketika bekerja di lapangan.
Fitur GLOC yang Mendukung Aktivitas Sales
Supaya lebih mudah dipahami, mari lihat satu per satu fitur yang tersedia di GLOC.
1. Live GPS Tracking
Sales yang bekerja di lapangan tentu berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Melalui Live GPS Tracking, perusahaan dapat memantau lokasi dan pergerakan rute harian tim secara real-time melalui peta. Sistem juga menyediakan informasi mengenai jarak tempuh dan waktu aktivitas.
Fitur ini bisa membantu supervisor mendapatkan gambaran mengenai aktivitas tim tanpa harus terus meminta update lokasi secara manual.
2. Schedule & Visit Plan
Kunjungan customer akan lebih mudah dijalankan jika sudah direncanakan sebelumnya.
GLOC menyediakan Schedule & Visit Plan untuk membantu menentukan titik kunjungan sekaligus menyusun rute kunjungan dengan optimisasi rute otomatis.
Jadi sebelum berangkat, sales sudah memiliki gambaran mengenai tujuan kunjungannya.
3. Find Nearby Customers
Kadang peluang baru justru ditemukan ketika sales sedang berada di lapangan.
Melalui fitur Find Nearby Customers, sales dapat menemukan bisnis atau POI di sekitar lokasi menggunakan Google Places. Lokasi tersebut kemudian dapat dinavigasikan atau dimasukkan ke dalam rencana kunjungan.
Ini menarik untuk aktivitas canvassing karena sales tidak hanya bekerja berdasarkan daftar customer yang sudah ada.
4. Absensi Berbasis GPS
Absensi juga menjadi bagian penting dari pengelolaan tim lapangan.
GLOC menyediakan absensi berbasis GPS yang mencatat check-in dan check-out beserta lokasi GPS. Riwayat absensi tersebut kemudian dapat dipantau melalui dashboard web.
Dengan begitu, data kehadiran tim lapangan dapat terdokumentasi dalam sistem.
5. Customer Prospecting
Menemukan calon customer baru merupakan bagian dari aktivitas sales.
Dengan fitur Customer Prospecting, sales dapat menambahkan data pelanggan baru langsung dari lapangan. Informasi yang dapat disimpan mencakup nama, alamat, kontak, serta foto outlet.
Jadi ketika menemukan toko yang menarik untuk ditindaklanjuti, sales tidak perlu menunggu sampai kembali ke kantor untuk mencatatnya.
6. Visit Check-In
Sudah sampai di customer? Jangan sampai aktivitas kunjungannya hanya berakhir dengan "tadi saya sudah datang".
Melalui Visit Check-In, staf dapat melakukan check-in di lokasi kunjungan. Sistem mencatat waktu, koordinat, dan catatan kunjungan secara otomatis.
Data tersebut kemudian menjadi bagian dari riwayat aktivitas sales.
Contoh Sederhana Penggunaan Aplikasi Salesman
Bayangkan ada seorang sales yang mendapat tugas mengunjungi lima outlet dalam satu hari.
Sebelum berangkat, ia melihat jadwal kunjungan yang sudah dibuat. Setelah mulai bekerja, ia melakukan absensi melalui GLOC.
Selanjutnya, sales berangkat menuju outlet pertama.
Sesampainya di lokasi, ia melakukan Visit Check-In. Setelah urusan dengan customer selesai, sales melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya.
Di tengah perjalanan, ia menemukan sebuah toko yang belum pernah masuk dalam database perusahaan.
Daripada hanya mengingat lokasi tersebut untuk dicari lagi nanti, data calon customer dapat dicatat menggunakan fitur Customer Prospecting.
Begitu semua kunjungan selesai, aktivitas tersebut sudah memiliki rekam data di dalam sistem.
Sementara itu, dari sisi manajemen, aktivitas tim dapat dipantau melalui dashboard web.
Bagaimana Jika Sales Sekalian Menerima Pesanan?
Nah, ini bagian yang cukup menarik.
Dalam beberapa bisnis, sales bukan hanya bertugas mencari customer dan melakukan kunjungan. Sales juga bisa menjadi orang pertama yang menerima pesanan dari outlet.
Misalnya sales sedang mengunjungi sebuah toko.
Customer mengatakan:
"Sekalian pesan barang yang ini, ya."
Kalau pesanan masih ditulis di kertas, prosesnya belum selesai. Data tersebut masih perlu dipindahkan lagi ke sistem lain.
Artinya, ada pekerjaan tambahan setelah sales meninggalkan outlet.
Karena itu, proses taking order menjadi salah satu bagian yang penting dalam alur kerja sales lapangan.
GLOC memiliki integrasi dengan Karts POS untuk mendukung proses taking order.
GLOC dan Karts POS: Menghubungkan Aktivitas Lapangan dengan Pesanan
GLOC dan Karts POS memiliki fungsi yang berbeda tetapi dapat saling melengkapi.
GLOC berfokus pada aktivitas tim lapangan, seperti:
- Monitoring lokasi.
- Perencanaan kunjungan.
- Pencarian customer.
- Customer prospecting.
- Absensi.
- Check-in kunjungan.
Sementara Karts POS berfokus pada operasional penjualan dan kasir.
Karts POS menyediakan berbagai fitur untuk membantu pencatatan transaksi, pengelolaan stok dan bahan baku, laporan penjualan, pembayaran digital, serta kebutuhan operasional bisnis lainnya.
Dengan integrasi untuk taking order, alur pekerjaan sales dapat dibuat lebih nyambung.
Gambaran sederhananya seperti ini:
Sales berangkat → kunjungan customer → check-in → menawarkan produk → customer melakukan order → taking order → proses penjualan menggunakan sistem Karts POS
Jadi, aktivitas sales tidak berhenti hanya pada pencatatan kunjungan.
Ada kemungkinan dari sebuah kunjungan muncul peluang penjualan, dan proses tersebut dapat dilanjutkan melalui sistem yang mendukung transaksi.
Apa Bedanya Aplikasi Salesman dengan Aplikasi Kasir?
Keduanya sering dianggap sama karena sama-sama berkaitan dengan penjualan. Padahal fokusnya berbeda.
Aplikasi salesman lebih banyak digunakan untuk mengelola aktivitas tenaga sales di lapangan.
Sementara aplikasi kasir atau POS lebih fokus pada transaksi dan operasional penjualan.
| Aktivitas | Aplikasi Salesman | Aplikasi POS |
|---|---|---|
| Monitoring tim lapangan | ✓ | — |
| Perencanaan kunjungan | ✓ | — |
| GPS sales | ✓ | — |
| Customer prospecting | ✓ | — |
| Visit check-in | ✓ | — |
| Pencatatan transaksi | Tergantung integrasi | ✓ |
| Pengelolaan stok | Tergantung integrasi | ✓ |
| Laporan penjualan | — | ✓ |
| Pembayaran QRIS | — | ✓ |
| Multi kasir | — | ✓ |
Karena fokusnya berbeda, keduanya justru dapat digunakan untuk melengkapi satu sama lain.
GLOC membantu perusahaan mengelola aktivitas di lapangan, sedangkan Karts POS membantu mengelola proses transaksi dan operasional penjualan.
Apa yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Aplikasi Salesman?
Jangan hanya melihat berapa banyak fitur yang tercantum di halaman aplikasi.
Yang lebih penting adalah melihat apakah fitur tersebut memang sesuai dengan pekerjaan tim.
Jika sales sering berpindah lokasi, GPS tracking dan visit check-in bisa menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Jika sales memiliki banyak jadwal kunjungan, visit planning dapat membantu membuat aktivitas lebih terorganisir.
Jika tim juga aktif mencari toko baru, fitur customer prospecting akan menjadi bagian yang relevan.
Dan jika sales juga bertugas menerima pesanan, kemampuan taking order serta integrasi dengan sistem penjualan perlu dipertimbangkan.
Dengan kata lain, aplikasi salesman sebaiknya tidak hanya menjawab pertanyaan:
"Sales saya ada di mana?"
Tetapi juga:
"Sales saya sedang melakukan apa, mengunjungi siapa, menemukan peluang apa, dan bagaimana aktivitas tersebut terhubung dengan proses penjualan?"
Di situlah aplikasi salesman mulai memberikan nilai lebih untuk operasional bisnis.
GLOC untuk Aktivitas Sales yang Lebih Terarah
Mengelola sales lapangan memang tidak berhenti pada mengejar target penjualan. Ada perjalanan, jadwal kunjungan, customer lama, prospek baru, absensi, hingga aktivitas setelah customer ditemui.
GLOC hadir untuk membantu perusahaan mengelola bagian-bagian tersebut melalui satu platform. Mulai dari Live GPS Tracking, Schedule & Visit Plan, Find Nearby Customers, Absensi Berbasis GPS, Customer Prospecting, hingga Visit Check-In tersedia untuk mendukung aktivitas tim lapangan.
Ketika aktivitas lapangan juga membutuhkan proses taking order, integrasi GLOC dengan Karts POS dapat menjadi bagian dari alur tersebut. Karts POS sendiri menyediakan sistem untuk mengelola transaksi, stok, dan laporan penjualan dalam satu aplikasi.
Pada akhirnya, teknologi bukan sekadar membuat pekerjaan terlihat lebih modern.
Tujuannya justru lebih sederhana: membuat pekerjaan sales yang tadinya tersebar di banyak tempat menjadi lebih mudah dicatat, dipantau, dan dikelola.
Dan untuk tim yang setiap hari lebih sering berada di jalan daripada di belakang meja kantor, itu bisa menjadi perubahan yang cukup berarti.



