Punya tim sales yang aktif keliling menemui customer memang bisa membantu bisnis menjangkau lebih banyak toko dan pelanggan. Tapi semakin besar timnya, semakin banyak juga hal yang perlu diperhatikan.
š¤ Hari ini siapa yang sudah berkunjung?
š¤ Outlet mana yang belum didatangi?
š¤ Apakah rencana kunjungan sudah berjalan?
š¤ Ada customer baru yang ditemukan?
š¤ Bagaimana aktivitas sales selama berada di lapangan?
Pertanyaan seperti itu mungkin masih mudah dijawab ketika jumlah sales hanya beberapa orang. Namun, ceritanya berbeda ketika satu perusahaan memiliki banyak sales yang bekerja di wilayah berbeda.
Kalau informasi dari lapangan hanya dikumpulkan melalui chat, telepon, atau laporan manual, supervisor harus menghabiskan waktu untuk menggabungkan semuanya.
Aplikasi salesman dapat menjadi salah satu cara untuk membuat pekerjaan tersebut lebih tertata.Ā Alih-alih meminta sales mengirimkan laporan satu per satu, aktivitas yang dilakukan selama bekerja di lapangan dapat dicatat melalui aplikasi dan dipantau oleh tim di kantor.
Bukan Sekadar Melihat Lokasi Sales
Ketika mendengar istilah aplikasi salesman, hal pertama yang mungkin terpikir adalah GPS.Ā Padahal kebutuhan perusahaan terhadap tim lapangan biasanya jauh lebih luas daripada sekadar mengetahui posisi seseorang.
Sales bisa saja berpindah dari satu toko ke toko lain sepanjang hari. Dalam perjalanan tersebut ada jadwal kunjungan yang perlu dijalankan, customer yang perlu ditemui, prospek baru yang mungkin ditemukan, serta berbagai informasi yang harus dicatat.
Artinya, perusahaan membutuhkan gambaran mengenai aktivitas sales, bukan hanya titik lokasi di peta.Ā Di sinilah aplikasi salesman menjadi lebih berguna.
Apa Saja yang Bisa Dibantu Aplikasi Salesman?
Setiap aplikasi mempunyai kemampuan yang berbeda. Karena itu, perusahaan sebaiknya melihat kebutuhan pekerjaan sales terlebih dahulu sebelum memilih sistem yang akan digunakan. Untuk aktivitas lapangan, beberapa kebutuhan yang umum ditemui antara lain:
1. Merencanakan Tujuan Kunjungan
Sales biasanya sudah memiliki daftar customer yang perlu ditemui. Dengan perencanaan kunjungan, tujuan tersebut bisa disusun sebelum sales mulai berkeliling. Hal ini membuat sales mempunyai gambaran mengenai lokasi yang harus didatangi pada hari tersebut.
2. Mencatat Kedatangan di Customer
Setelah sampai di lokasi, aktivitas kunjungan dapat dicatat melalui sistem. Data seperti waktu dan lokasi dapat menjadi bagian dari riwayat kunjungan sehingga perusahaan tidak hanya bergantung pada cerita atau laporan yang dibuat setelah sales kembali.
3. Menemukan Customer Baru
Tidak semua peluang penjualan berasal dari daftar customer yang sudah dimiliki perusahaan. Sales yang berada di lapangan bisa saja menemukan toko atau bisnis baru yang potensial. Jika tersedia fitur prospecting, informasi tersebut dapat langsung dimasukkan ke sistem.
4. Memantau Pergerakan Tim
Untuk perusahaan yang mempunyai sales di berbagai wilayah, informasi lokasi dapat membantu supervisor memahami aktivitas tim yang sedang bekerja di lapangan. GLOC, misalnya, menyediakan Live GPS Tracking yang memungkinkan lokasi dan rute harian tim dilihat melalui dashboard.
5. Mengelola Kehadiran
Aktivitas lapangan juga berkaitan dengan kehadiran. GLOC menyediakan absensi berbasis GPS yang mencatat check-in dan check-out beserta lokasi sehingga riwayat kehadiran dapat dipantau melalui dashboard web.
Bagaimana Kalau Sales Juga Bertugas Mengambil Pesanan?
Nah, bagian ini cukup penting bagi perusahaan yang menggunakan sales untuk mengunjungi outlet.
Bayangkan seorang sales datang ke toko dan pemilik toko ingin melakukan pemesanan.Ā Sales perlu mencatat produk yang dipesan, jumlahnya, dan informasi lain yang dibutuhkan perusahaan.
Kalau pesanan masih ditulis di kertas lalu baru dimasukkan kembali ke sistem setelah sales pulang, ada pekerjaan tambahan yang harus dilakukan.
Proses taking order secara digital dapat membantu memindahkan pencatatan tersebut lebih dekat dengan aktivitas penjualan di lapangan.Ā Dan untuk GLOC, kebutuhan tersebut menjadi lebih menarik karena terdapat integrasi dengan Karts POS untuk proses taking order.Ā Jadi, aktivitasnya tidak hanya berhenti pada:
āSales sudah datang ke toko.ā
Tetapi bisa berlanjut ke:
āCustomer melakukan pemesanan.ā
Itulah salah satu alasan integrasi antara aplikasi sales dan sistem POS dapat menjadi bagian penting dalam alur kerja perusahaan.
GLOC untuk Tim yang Banyak Bekerja di Lapangan
GLOC dibuat untuk bisnis yang mengandalkan tim lapangan dan distribusi. Di website resminya, GLOC menyebut beberapa pengguna seperti perusahaan distribusi, tim sales & marketing, serta bisnis FMCG dan retail.
Fitur yang tersedia juga mengikuti aktivitas yang biasa dilakukan tim lapangan.
Ada Schedule & Visit Plan untuk mengatur kunjungan, Find Nearby Customers untuk mencari bisnis di sekitar lokasi, serta Customer Prospecting untuk menambahkan data pelanggan baru dari lapangan.
Untuk kunjungan yang sedang dilakukan, GLOC menyediakan Visit Check-In. Sistem mencatat waktu, koordinat, dan catatan kunjungan sehingga aktivitas tersebut mempunyai rekam data di dalam sistem.
Dengan begitu, supervisor tidak harus mengumpulkan cerita dari setiap sales hanya untuk mengetahui aktivitas yang sudah dilakukan.
Contoh Alur Kerja Sales Menggunakan GLOC
Supaya lebih gampang dibayangkan, misalnya ada seorang sales yang bertugas mengunjungi beberapa outlet dalam satu hari. Berikut alurnya:
- Sebelum berangkat, sales sudah memiliki rencana kunjungan.
- Ketika mulai bekerja, sales melakukan absensi melalui aplikasi.
- Setelah sampai di outlet, sales melakukan check-in. Selanjutnya ia menjalankan aktivitas bersama customer.
- Jika menemukan toko baru yang potensial, data toko tersebut dapat dimasukkan sebagai prospek.
- Kemudian, jika customer melakukan pemesanan, proses taking order dapat dilakukan dan terhubung dengan Karts POS sesuai integrasi yang digunakan.
- Sementara itu, dari sisi manajemen, aktivitas tim dapat dipantau melalui dashboard.
Jadi ada dua sisi yang sama-sama terbantu:
Sales: lebih mudah menjalankan aktivitasnya di lapangan.
Manajemen: mempunyai data untuk melihat apa yang terjadi di lapangan.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Aplikasi Salesman?
ā Jangan memilih aplikasi hanya karena daftar fiturnya terlihat panjang.
ā Yang lebih penting adalah apakah aplikasi tersebut benar-benar cocok dengan cara kerja perusahaan.
ā Kalau tim sales setiap hari berkeliling menemui outlet, misalnya, fitur kunjungan dan lokasi mungkin menjadi kebutuhan utama.
ā Kalau sales juga menerima pesanan, proses taking order perlu diperhatikan.
ā Kalau perusahaan memiliki banyak sales, dashboard monitoring bisa menjadi pertimbangan penting.
ā Dan jika perusahaan sudah menggunakan software lain, kemampuan integrasi juga layak ditanyakan sejak awal.
Dengan cara tersebut, perusahaan tidak membeli sistem hanya karena mengikuti tren, tetapi karena memang ada pekerjaan yang ingin dibuat lebih sederhana.
Saatnya Menghubungkan Aktivitas Sales dengan Data Penjualan
Pekerjaan sales dan proses penjualan sebenarnya saling berkaitan. Sales bertemu customer di lapangan. Dari pertemuan tersebut bisa muncul prospek, kunjungan lanjutan, maupun pesanan. Karena itu, akan lebih praktis jika aktivitas lapangan dan proses pemesanan tidak sepenuhnya berjalan sebagai dua pekerjaan yang terpisah.
GLOC membantu mengelola aktivitas tim lapangan, sementara integrasinya dengan Karts POS dapat mendukung proses taking order.
Dengan alur tersebut, perusahaan mempunyai cara yang lebih terstruktur untuk mengelola kegiatan sales dari lapangan hingga proses pemesanan. Coba GLOC sekarang!
Ā
Ā
Ā
