BerandaTips & TrickBoleh & Tidak Boleh Dilakukan Pebisnis Pemula Agar Usaha Cepat Stabil dan Bertumbuh
Boleh & Tidak Boleh Dilakukan Pebisnis Pemula Agar Usaha Cepat Stabil dan BertumbuhBy: Elavigne - 27 Feb 2026
Pebisnis pemula menyusun perencanaan usaha dan mengecek laporan penjualan untuk menstabilkan bisnis UMKM

Banyak pebisnis pemula memulai usaha dengan modal semangat dan keyakinan, tetapi lupa bahwa bisnis adalah permainan ketahanan. Bukan siapa yang paling cepat mulai, melainkan siapa yang paling konsisten memperbaiki proses. Di fase awal, kesalahan kecil seperti salah menentukan target pasar, tidak punya pencatatan penjualan, atau menyepelekan kualitas layanan bisa berubah jadi masalah besar: stok berantakan, uang kas “hilang entah ke mana”, pelanggan kabur, sampai akhirnya usaha jalan di tempat.

Masalahnya, pebisnis pemula sering tidak kekurangan ide—yang kurang adalah arah, sistem, dan kebiasaan eksekusi yang benar. Karena itu, artikel ini membahas dua sisi yang harus dipahami sejak awal: apa yang boleh dilakukan agar bisnis punya fondasi kuat, dan apa yang tidak boleh dilakukan supaya Anda tidak mengulang kesalahan klasik yang membuat banyak UMKM berhenti di tengah jalan.

Ringkasan Cepat: “Boleh” vs “Tidak Boleh” untuk Pebisnis Pemula

Boleh Dilakukan Tidak Boleh Dilakukan Dampak Jika Diabaikan
Perencanaan & riset bisnis yang matang Menutup mata dari realita pasar dan data Salah target, promosi boros, produk tidak laku
Beradaptasi dan terus berinovasi Menutup diri dari perubahan & masukan pelanggan Bisnis kalah cepat, kehilangan relevansi
Investasi teknologi yang tepat Mengelola usaha tanpa sistem dan pencatatan rapi Arus kas kacau, stok tidak akurat, sulit berkembang
Menjaga kualitas produk & layanan Mengabaikan kualitas produk dan layanan Repeat order turun, rating buruk, reputasi rusak

BOLEH Dilakukan #1: Perencanaan & Riset Bisnis yang Matang

Banyak usaha gagal bukan karena produknya jelek, tetapi karena sejak awal tidak tahu untuk siapa produk dibuat, masalah apa yang diselesaikan, dan bagaimana cara menang di pasar. Perencanaan yang matang membantu Anda menghemat biaya trial-and-error, mempercepat pengambilan keputusan, dan membangun bisnis yang “paham arah”.

Apa yang perlu diriset sebelum mulai?

  • Target pelanggan yang spesifik: umur, lokasi, kebiasaan belanja, problem utama, kemampuan bayar.
  • Kompetitor: siapa pemain terdekat, apa kelebihan mereka, celah apa yang belum mereka isi.
  • Harga dan persepsi nilai: bukan sekadar “murah”, tetapi “masuk akal” untuk value yang Anda tawarkan.
  • Lokasi & channel penjualan: offline, online, marketplace, reseller, atau kombinasi.
  • Biaya operasional real: bahan baku, sewa, gaji, listrik, packaging, ongkir, komisi platform, hingga biaya tak terduga.

Checklist perencanaan agar tidak bergerak asal-asalan

  • Tentukan tujuan 90 hari (contoh: stabil di X transaksi per hari, margin minimal Y%, repeat order naik Z%).
  • Susun produk andalan (top 3) dan produk pendukung (upsell/cross-sell).
  • Buat alur operasional: dari pembelian bahan, produksi, display, transaksi, sampai rekap harian.
  • Siapkan standar layanan agar pengalaman pelanggan konsisten, meski yang jaga toko berbeda-beda.

Intinya: pebisnis pemula harus berhenti menebak-nebak. Mulai dari data sederhana: tanya calon pelanggan, amati kompetitor, uji menu/produk kecil dulu, lalu perbaiki berdasarkan respon pasar. Bisnis yang punya fondasi riset biasanya lebih tahan banting saat tren berubah.

BOLEH Dilakukan #2: Harus Beradaptasi dan Inovasi

Perubahan perilaku konsumen terjadi cepat. Cara orang mencari produk, membandingkan harga, hingga memutuskan beli bisa berbeda dari tahun lalu. Karena itu, pebisnis pemula wajib punya mental adaptif: tidak kaku, tidak defensif, dan mau menguji strategi baru.

Adaptasi itu bukan “ikut-ikutan”, tapi respons cerdas

Adaptasi berarti membaca sinyal pasar lalu mengubah eksekusi tanpa mengorbankan identitas brand. Contohnya:

  • Jika pelanggan makin suka praktis, Anda bisa menambah opsi pre-order, paket bundling, atau varian siap saji.
  • Jika kompetitor agresif di online, Anda bisa memperkuat konten edukasi, testimoni, atau strategi loyalti agar pelanggan kembali.
  • Jika jam ramai berubah, Anda bisa menata ulang jadwal operasional dan stok agar tidak banyak waste.

Inovasi yang paling aman untuk pebisnis pemula

  • Inovasi kemasan: lebih rapi, lebih aman, lebih “niat”, dan mudah diingat.
  • Inovasi layanan: respon lebih cepat, proses transaksi lebih efisien, pelayanan lebih ramah dan konsisten.
  • Inovasi variasi: varian ukuran, paket hemat, atau add-on yang meningkatkan nilai pesanan.
  • Inovasi channel: menambah kanal penjualan (misal, chat commerce) tanpa mengorbankan operasional utama.

Yang perlu diingat: inovasi bukan berarti ganti konsep tiap minggu. Fokuslah pada perubahan yang memperbaiki pengalaman pelanggan dan memperkuat arus kas. Uji kecil, ukur hasilnya, lalu scale jika terbukti bekerja.

BOLEH Dilakukan #3: Investasi Dalam Teknologi yang Tepat

Kesalahan paling mahal bagi UMKM bukan hanya salah strategi promosi, tetapi menjalankan bisnis tanpa sistem. Ketika transaksi mulai ramai, masalah biasanya muncul bersamaan: catatan penjualan tercecer, stok tidak sinkron, uang kas tidak sesuai, dan owner kewalahan memantau. Di sinilah teknologi yang tepat menjadi pembeda antara bisnis yang “sibuk” dan bisnis yang “bertumbuh”.

Teknologi yang wajib diprioritaskan UMKM

  • Sistem kasir/POS: untuk transaksi cepat, rapi, dan tercatat otomatis.
  • Pencatatan stok: agar tahu barang cepat habis, barang mati, dan kebutuhan restock.
  • Laporan penjualan: agar keputusan berdasarkan data, bukan perasaan.
  • Manajemen karyawan: akses pengguna, jejak transaksi, dan kontrol operasional.

Kenapa POS itu krusial sejak awal?

Pebisnis pemula sering menunda sistem kasir karena merasa “masih kecil”. Padahal justru ketika masih kecil, sistem yang rapi membentuk kebiasaan operasional yang sehat. Dengan POS yang tepat, Anda bisa:

  • Melihat rekap penjualan lebih cepat dan terstruktur.
  • Mengurangi risiko salah hitung dan transaksi tidak tercatat.
  • Membuat stok lebih terkendali, sehingga selisih stok tidak jadi “hantu” di akhir bulan.
  • Memisahkan keputusan penting: produk mana yang harus ditambah, mana yang harus dihentikan.

Teknologi yang tepat bukan soal “canggih-canggihan”, melainkan soal efisiensi dan kontrol. Ketika operasional tertata, owner punya waktu untuk fokus pada hal yang benar-benar menaikkan omzet: pemasaran, kualitas, dan pengembangan produk.

TIDAK BOLEH Dilakukan #1: Menutup Mata dari Realita Pasar dan Data

Kesalahan paling umum pebisnis pemula adalah terlalu percaya asumsi. Merasa produk pasti laku, merasa pelanggan pasti paham, merasa promosi “kayaknya efektif”—tanpa angka yang jelas. Akhirnya keputusan dibuat berdasarkan dugaan, bukan bukti.

Tanda Anda mulai “buta data”

  • Tidak tahu produk mana yang paling laku dan paling untung.
  • Tidak punya angka rata-rata transaksi harian/mingguan.
  • Tidak tahu kapan jam ramai dan jam sepi.
  • Sering merasa ramai, tetapi uang kas tidak bertambah signifikan.

Solusinya tegas: biasakan bisnis berjalan dengan data sederhana. Mulai dari catat transaksi rapi, evaluasi penjualan mingguan, dan putuskan langkah berdasarkan laporan. Tanpa data, Anda mudah tertipu “keramaian” yang tidak menghasilkan profit.

TIDAK BOLEH Dilakukan #2: Menutup Diri dari Perubahan dan Masukan Pelanggan

Pebisnis pemula kadang jatuh pada jebakan ego: ketika ada kritik, langsung defensif. Padahal kritik pelanggan adalah bahan bakar perbaikan. Menutup diri dari feedback membuat bisnis stagnan, karena Anda kehilangan kompas paling penting: suara pasar.

Feedback pelanggan yang wajib Anda dengarkan

  • Keluhan berulang: kalau keluhan yang sama muncul lebih dari sekali, berarti ada masalah sistem, bukan kebetulan.
  • Alasan batal beli: ini lebih berharga daripada pujian, karena menunjukkan titik bocor penjualan.
  • Permintaan yang sering muncul: bisa jadi peluang produk baru atau paket baru.

Cara menerima kritik tanpa merusak mental pebisnis pemula

  • Pisahkan kritik untuk proses dari kritik untuk personal.
  • Tanya detail: “Bagian mana yang kurang nyaman?” bukan “Kenapa sih?”
  • Ubah menjadi aksi: satu kritik = satu perbaikan konkret yang bisa diuji.

Pasar bergerak. Konsumen berubah. Kompetitor berkembang. Kalau Anda menutup diri, bisnis Anda yang tertinggal. Sebaliknya, pebisnis pemula yang adaptif biasanya lebih cepat menemukan formula yang pas.

TIDAK BOLEH Dilakukan #3: Mengabaikan Kualitas Produk dan Layanan

Di era pilihan melimpah, pelanggan tidak memberi banyak kesempatan kedua. Sekali kecewa, mereka pindah—dan sering kali membawa cerita negatif. Karena itu, kualitas produk dan layanan bukan sekadar “nilai tambah”, tapi syarat bertahan.

Kualitas produk: konsistensi adalah mata uang utama

  • Rasa, ukuran, porsi, atau performa produk harus konsisten.
  • Jika bahan baku berubah, Anda wajib menyesuaikan proses agar hasil tetap stabil.
  • Jangan menutupi kualitas dengan promosi; promosi hanya mempercepat orang mencoba, bukan membuat mereka bertahan.

Kualitas layanan: hal kecil yang terasa besar

  • Kecepatan respon dan kejelasan informasi (harga, variasi, ketersediaan).
  • Keramahan yang profesional (bukan basa-basi, tapi solutif).
  • Proses transaksi yang ringkas dan tidak membingungkan pelanggan.

Jika kualitas produk dan layanan dijaga, bisnis Anda punya peluang besar untuk mendapatkan repeat order. Dan repeat order adalah fondasi profit yang lebih stabil dibanding terus-terusan mengejar pelanggan baru.

Mengubah “Kesibukan” Jadi “Pertumbuhan”: Sistem Kerja yang Disarankan

Pebisnis pemula sering sibuk, tetapi tidak punya indikator pertumbuhan. Agar kesibukan Anda tidak sia-sia, gunakan pola kerja berikut:

1) Standarkan proses harian

  • Buka toko: cek stok utama, kesiapan alat, kebersihan area.
  • Jam operasional: pastikan transaksi tercatat rapi.
  • Tutup toko: rekap penjualan, cek stok terjual, catat kendala hari itu.

2) Evaluasi mingguan (wajib)

  • Produk terlaris vs produk paling untung (sering kali berbeda).
  • Jam ramai, jam sepi, dan alasan transaksi turun/naik.
  • Masukan pelanggan yang paling sering muncul.

3) Perbaikan bulanan

  • Rapikan menu/produk: pertahankan yang kuat, perbaiki yang lemah, hentikan yang membebani.
  • Perkuat operasional: kurangi kebocoran stok, rapikan pencatatan, tingkatkan layanan.
  • Uji satu strategi pemasaran: jangan semuanya sekaligus agar hasilnya terukur.

Dengan sistem seperti ini, Anda tidak hanya “berjualan”, tetapi membangun mesin bisnis yang semakin rapi dari bulan ke bulan.

Penutup: Saatnya UMKM Naik Level dengan Operasional yang Lebih Rapi

Kalau Anda ingin bisnis tidak berhenti di fase coba-coba, mulailah membangun sistem yang kuat sejak sekarang—termasuk pencatatan transaksi, kontrol stok, dan laporan yang membantu Anda mengambil keputusan lebih cepat; untuk itu, Anda bisa beralih ke Karts POS sebagai solusi digital manajemen usaha yang lebih rapi dan terukur. Pembahasan topik ini juga bisa Anda lihat di video ini, dan jangan lupa follow akun TikTok Karts untuk informasi dan tips menarik lainnya seputar pengelolaan bisnis dengan Karts POS.

TAGS
Buat website toko online Anda sekarangWhatsapp Kami
Syarat dan Ketentuan
Kebijakan Privasi
© Copyright 2023. Karts.id. All Right Reserved.