BerandaTips & TrickCara Mengatur Pajak PB1 dan Biaya Layanan (Service Charge) di Karts POS agar Struk Lebih Rapi dan Perhitungan Selalu Akurat
Cara Mengatur Pajak PB1 dan Biaya Layanan (Service Charge) di Karts POS agar Struk Lebih Rapi dan Perhitungan Selalu AkuratBy: Elavigne - 22 Apr 2026
Struk kasir dengan rincian subtotal biaya layanan dan pajak PB1 dari Karts POS

Masalah klasik di usaha F&B (cafe, resto, kedai minuman) itu bukan cuma soal jualan rame atau sepi. Banyak yang justru “bocor” karena hal yang kelihatannya sepele: pajak dan biaya layanan dihitung manual, beda-beda antar kasir, atau tidak konsisten antara dine in, take away, dan delivery. Akibatnya? Struk membingungkan, pelanggan protes, dan laporan keuangan jadi tidak presisi.

Di artikel ini, kita bahas cara mengatur Pajak (PB1) dan Biaya Layanan (Service Charge) langsung dari sistem kasir, supaya perhitungan otomatis muncul di struk, lebih transparan, dan mudah dikontrol. Contoh alurnya sangat relevan untuk operasional cafe/resto yang melayani beberapa tipe order seperti dine in, take away, dan delivery.

Kenapa Pajak dan Biaya Layanan Harus Diatur dari Sistem, Bukan Manual?

1) Menghindari “angka beda-beda” antar kasir

Kalau pajak dan service charge dihitung manual, biasanya ada tiga masalah yang muncul berulang:

  • Human error: salah hitung persen, salah pembulatan, atau kelupaan.
  • Inkonistensi: kasir A menambah service charge, kasir B tidak.
  • Struk tidak standar: kadang pajak ditulis, kadang digabung ke total tanpa penjelasan.

2) Membuat struk lebih transparan dan profesional

Pelanggan jauh lebih mudah menerima tambahan biaya jika ditampilkan jelas di struk: ada Subtotal, lalu baris Biaya Layanan, baris PB1, dan akhirnya Total Tagihan. Ini bukan sekadar estetika—ini soal kepercayaan.

3) Memudahkan kontrol kebijakan per tipe order

Di dunia F&B, kebijakan biaya sering berbeda tergantung kondisi:

  • Dine in: umumnya biaya layanan bisa diberlakukan karena ada service meja.
  • Take away: seringkali biaya layanan tidak relevan karena tidak ada layanan meja.
  • Delivery: bisa ada kebijakan khusus, tergantung model bisnis dan platform.

Kalau pengaturannya bisa dipilih per tipe order, bisnis jadi lebih adil, jelas, dan mudah dipertanggungjawabkan.

Memahami Perbedaan: Pajak (PB1) vs Biaya Layanan (Service Charge)

Pajak (PB1): komponen pajak yang biasanya dipisahkan

PB1 (yang di banyak praktik operasional resto dikenal sebagai pajak restoran) umumnya ditampilkan sebagai komponen terpisah supaya pelanggan melihat breakdown yang jelas. Dari sisi internal bisnis, pemisahan ini juga membantu pelaporan.

Biaya Layanan (Service Charge): biaya operasional layanan, bukan pajak

Service charge adalah biaya layanan yang biasanya diterapkan untuk mendukung operasional layanan (misalnya pelayanan dine in). Karena sifatnya kebijakan internal, maka penerapannya harus konsisten dan dikomunikasikan jelas.

Intinya: pajak dan biaya layanan itu dua komponen berbeda. Kalau digabung tanpa penjelasan, pelanggan bisa salah paham. Kalau dihitung manual, bisnis berisiko salah hitung. Solusi paling aman: atur dari sistem kasir.

Langkah Praktis Mengatur Biaya Layanan (Service Charge) di Karts POS

Di pengaturan, Anda bisa menemukan bagian yang berhubungan dengan Pajak dan Biaya Layanan. Dari sini, pengelolaan jadi lebih terstruktur karena statusnya jelas: aktif atau tidak aktif.

1) Masuk ke menu “Biaya Layanan”

Pilih pengaturan Biaya Layanan untuk mulai menentukan kebijakan service charge di outlet Anda. Di tahap ini, Anda akan fokus pada dua hal: persentase dan tipe order.

2) Tentukan persentase Biaya Layanan

Masukkan persentase biaya layanan sesuai kebijakan bisnis. Banyak cafe/resto menerapkan service charge dalam rentang 5%–10% tergantung konsep layanan dan segmen pelanggan. Yang penting, tentukan angka yang realistis dan konsisten.

3) Pilih tipe order yang dikenakan Biaya Layanan

Ini bagian krusial. Anda bisa mengatur biaya layanan hanya untuk tipe order tertentu, misalnya:

  • Dine in: aktifkan jika memang ada layanan meja.
  • Take away: nonaktifkan jika Anda ingin harga lebih “net” untuk pelanggan yang bawa pulang.
  • Delivery: sesuaikan kebijakan (misalnya nonaktif jika sudah ada biaya lain dari platform).

Dengan pemilihan ini, Anda tidak perlu lagi mengingat-ngingat aturan tiap transaksi—sistem yang mengeksekusi aturan tersebut.

4) Aktifkan Biaya Layanan

Setelah persentase dan tipe order dipilih, ubah status menjadi aktif. Status ini penting untuk kontrol: kapan pun Anda perlu menonaktifkan sementara (misalnya promo internal tanpa menyebut diskon platform), Anda tinggal menonaktifkan toggle-nya tanpa mengubah struktur menu atau harga dasar.

Langkah Praktis Mengatur Pajak (PB1) di Karts POS

Setelah Biaya Layanan, selanjutnya adalah pengaturan Pajak (PB1). Prinsipnya sama: tentukan persentase, tentukan tipe order, lalu aktifkan.

1) Masuk ke menu “Pajak”

Pilih menu Pajak pada area pengaturan yang sama. Anda akan melihat opsi untuk mengatur pajak secara lebih spesifik agar perhitungan otomatis dan rapi di struk.

2) Tentukan persentase Pajak

Masukkan persentase pajak yang digunakan di operasional bisnis Anda. Umumnya, pajak resto sering berada di sekitar 10%, namun kebijakan dan ketentuan bisa berbeda tergantung wilayah dan aturan yang berlaku pada usaha Anda.

3) Pilih tipe order yang dikenakan Pajak

Seperti Biaya Layanan, pajak juga bisa dibedakan per tipe order:

  • Dine in: biasanya dikenakan karena konsumsi di tempat.
  • Take away: bisa mengikuti kebijakan usaha dan ketentuan setempat.
  • Delivery: sesuaikan dengan model penjualan dan pencatatan transaksi.

Pengaturan ini membantu bisnis tetap rapi, terutama kalau Anda punya beberapa channel penjualan yang berbeda.

4) Aktifkan Pajak

Pastikan status pajak menjadi aktif. Setelah aktif, pajak akan otomatis dihitung dari dasar perhitungan yang digunakan sistem, lalu ditampilkan di struk sebagai komponen terpisah.

Validasi Hasil: Pastikan Biaya Layanan dan Pajak Muncul di Struk

Pengaturan yang baik harus mudah divalidasi. Cara termudah adalah melakukan transaksi uji (atau cek contoh struk) dan lihat apakah breakdown-nya sudah sesuai.

Komponen struk yang ideal

Struk yang rapi biasanya menampilkan urutan seperti ini:

  • Daftar item (produk, jumlah, harga)
  • Subtotal
  • Biaya Layanan (misalnya 5%)
  • PB1 (misalnya 10%)
  • Total Tagihan
  • Metode bayar (misalnya cash)

Manfaat langsung ketika breakdown struk sudah benar

  • Kasir tidak perlu hitung manual setiap ada transaksi.
  • Pelanggan paham kenapa total tagihan bertambah.
  • Owner lebih mudah audit karena pajak dan biaya layanan terpisah jelas.

Kesalahan Umum Saat Mengatur Pajak & Biaya Layanan (dan Cara Menghindarinya)

1) Service charge diterapkan ke take away tanpa disadari

Ini sering memicu komplain pelanggan. Solusinya: pastikan tipe order yang dipilih benar. Jika kebijakan Anda service charge hanya untuk dine in, maka nonaktifkan untuk take away dan delivery.

2) Pajak aktif, tapi tidak muncul di struk

Biasanya terjadi karena status belum benar-benar aktif atau tipe order belum dicentang sesuai transaksi. Cek dua hal ini sebelum menyimpulkan ada masalah sistem.

3) Kebijakan berubah, tapi pengaturan tidak ikut diperbarui

Operasional F&B itu dinamis. Kadang Anda menyesuaikan strategi, namun pengaturan tertinggal. Jadikan pengaturan pajak & biaya layanan sebagai SOP yang dicek berkala, misalnya saat pergantian periode atau ketika ada perubahan kebijakan operasional.

Strategi Kebijakan yang Lebih “Aman” untuk Bisnis F&B

Gunakan pendekatan berbasis tipe layanan

Jika Anda ingin minim komplain dan tetap menjaga margin, ini pola yang sering dipakai:

  • Dine in: pajak aktif, biaya layanan aktif (karena ada layanan meja).
  • Take away: pajak aktif/nonaktif sesuai kebijakan, biaya layanan biasanya nonaktif.
  • Delivery: sesuaikan dengan struktur biaya channel delivery Anda.

Komunikasikan secara konsisten

Walau sistem sudah menghitung otomatis, komunikasi tetap penting. Pastikan tim kasir paham cara menjelaskan jika pelanggan bertanya: “Ini biaya apa?” Dengan struk yang jelas, penjelasan pun jadi lebih mudah dan tidak defensif.

Penutup

Kalau Anda ingin perhitungan pajak dan biaya layanan tidak lagi bikin repot, mulailah rapikan dari sistemnya—bukan dari kebiasaan hitung manual. Anda bisa beralih menggunakan Karts POS agar pengaturan pajak dan service charge lebih terkontrol, otomatis tampil di struk, dan operasional kasir jauh lebih konsisten; pembahasan praktiknya juga bisa Anda lihat di video ini; dan jangan lupa follow akun TikTok Karts untuk info dan tips menarik lain seputar Karts POS.

TAGS
Buat website toko online Anda sekarangWhatsapp Kami
Syarat dan Ketentuan
Kebijakan Privasi
© Copyright 2023. Karts.id. All Right Reserved.